Cerita Rakyat Si Pitung Jawara Betawi Lengkap Dengan Gambar

Halo Adik - adik semua, kalian yang tinggal didaerah jakarta pasti tahu donk kisah jawara yang sangat keren sekali dan paling tampang sekampung betawi zaman dahulu. Kalau belum tahun yuk mari kita baca Cerita Rakyat Si Pitung Jawara Betawi. Agar lebih menyenangkan dalam membacanya disini saya sertakan lengkap dengan gambar.

Cerita Rakyat Si Pitung Lengkap Dengan Gambar

Pada zaman dahulu ada jawara betawi yang sangat terkenal karena jago silatnya dan suka membantu orang susah, dia bernama Si Pitung. Dia memang rajin dalam urusan agama, apalagi dia tidak lupa untuk terus mengaji. Waktu itu usai mengaji di rumah Haji Naipin, Pitung selalu berlatih Silat.

Saat sedang berlatih, tiba-tiba temannya yang bernama Rais dan Jii datang menemui Si Pitung. Mereka berkata bahwa ada salah satu keluarga yang sedang disiksa oleh antek-antek belanda. Mereka mengajak si Pitung langsung menuju lokasi kejadian, tetapi mereka mengintip lebih dahulu dari atas pohon dan melihat ada seorang lelaki kurus yang sedang disiksa oleh Centeng.

Melihat kejadian itu si Pitung menjadi marah. Bersama Rais dan Jii, Pitung mulai merencanakan sesuatu.

Cerita Rakyat Si Pitung

Aku tidak tahan lagi melihat penderitaan saudara-saudara kita diperlakukan seperti itu, kita harus melakukan sesuatu. Kata Pitung kepada kedua temannya itu.

Rais Mengangguk-angguk dan berkata, "benar sekali, saudara-saudara kita semakin miskin, sedangkan kompeni, tauke, dan tuan tanah bergelimang kemewahan."

"Apa yang harus kita lakukan," tanya Jii ke Pitung.

"Kita harus merampok rumah-rumah orang kaya dan membagikannya kepada rakyat miskin" kata Pitung sambil menunjukan muka kesal.

Setelah rencana itu tersusun, Pitung dengan dibantu kedua temannya itu melakukan aksinya dan mulai merampok rumah orang kaya dan rumah para tuan tanah.

Setiap malam mereka berhasil melakukan aksi rampok itu. Setelah berhasil, mereka langsung membagikan hasil rampokannya itu kepada rakyat miskin dan menaruhnya di depan pintu rumah rakyat miskin. Dan sebagian harta mereka santunkan untuk anak yatim piatu.

Keberhasilan mereka dalam merampok disebabkan karena Pitung dan ke dua temannya itu memiliki ilmu bela diri silat dan tubuhnya kebal terhadap peluru. Mereka juga mendapat bantuan dari rakyat miskin yang menutupi keberadaan si Pitung.

Para Tuan Tanah tidak tinggal diam, dan selalu berusaha mencari keberadaan si Pitung. Bahkan mereka tak segan-segan memberikan hadiah jika para rakyat miskin mau memberi tahu tempat persembunyian si Pitung.

Tapi tak jarang para tuan tanah dan orang kaya itu menggunakan kekerasan ketika bertanya kepada rakyat miskin tentang persembunyian si Pitung. Bahkan sampai ada satu keluarga yang disiksa habis-habisan karena menutupi keberadaan si Pitung.

Hingga suatu hari, ada satu keluarga yang sedang disiksa oleh kompeni yang berusaha mencari si Pitung, tidak kuat menahan siksaannya. Yang langsung berkata coba cari saja ke rumah keluarganya. Dengan sangat kejam, kompeni itu bertanya, "di mana Rumah keluarga si Pitung,"

Dengan menahan rasa sakit, rakyat miskin itu hanya mampu menunjukkan arah rumah keluarga si Pitung.

Kompeni dan para tuan tanah langsung menuju lokasi yang ditunjukkan rakyat miskin itu, mereka berhasil menemukan rumah keluarga si Pitung dan menyandera keluarganya. Kabar itu didengar oleh Pitung dari orang sekitar yang melihatnya.

Dengan rasa sangat kesal, Pitung langsung menemui para tuan tanah dan kompeni. Saat sampai di lokasi, ternyata si Pitung telah dijebak oleh mereka, Pitung pun sudah tak berkutik dan tidak bisa lagi melarikan diri.

Sebelumnya para tuan tanah dan kompeni mencari tahu cara agar bisa melumpuhkan ilmu kebalnya si Pitung. Dan mereka pun telah mengetahui caranya.

Ketika Pitung sudah mulai kelelahan, para tuan tanah melemparkan Pitung dengan sebuah telur busuk, yang merupakan syarat agar bisa melumpuhkan ilmu kebalnya si Pitung.

Pitung memang sudah mengetahui jika ilmunya akan luntur dengan telur busuk, tapi si Pitung terlambat untuk menghindarinya dan tubuhnya sudah terkena lemparan telur busuk dari para tuan tanah dan kompeni.

Saat tubuhnya mulai lemas dan tidak berdaya, kompeni juga telah menyiapkan tembakan dengan peluru emas, yang juga merupakan cara melumpuhkan ilmu kebalnya si Pitung dan langsung menembakkan peluru emas ke tubuh Pitung. Tubuh si Pitung yang tadinya tidak mempan terhadap peluru, kini tubuhnya bersimbah darah, karena ilmu kebalnya sudah tidak mempan lagi. Akhirnya si Pitung meninggal dunia, karena sudah tak dapat menahan rasa sakit akibat dari tembakan peluru emas itu.

Kebenaran akan kematian si Pitung masih menjadi cerita rakyat yang belum terpecahkan, karena ada beberapa versi yang mengatakan Pitung tidak mati ditembak tapi meninggal dengan cara tubuhnya dipotong dan dipisahkan karena si Pitung memiliki ilmu rawa rontek.

Inti dari cerita ini adalah adanya pemuda dari betawi yang telah berjuang melawan kompeni belanda demi membela rakyat miskin. Dan jangan terlalu memikirkan akan masalah kematiannya, tapi ambillah hikmat dari cerita asal betawi ini.

Semoga dengan adanya Cerita Rakyat Si Pitung ini kalian jadi lebih tahu tentang budaya betawi serta akan menjaga terus kota jakarta agar menjadi kota yang lebih baik lagi. Dan Untuk kamu yang selalu ingin tahu berbagai macam cerita bergambar kamu bisa kunjungi blog ini setiap saat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel