Cerita Rakyat Si Pahit Lidah Lengkap Dengan Gambar

Halo semuanya, pada kesempatan ini saya akan berbagi cerita rakyat Si Pahit Lidah yang berasal dari Sumatera Selatan.

Sumatera Selatan yang memiliki ibu kota Palembang terkenal dengan makanan khasnya yaitu Pempek. Selain itu ada juga cerita rakyat yang dari dahulu kala hingga sekarang masih diceritakan, salah satu cerita rakyat yang paling terkenal adalah Si Pahit Lidah.

Yuk, kita langsung saja mulai membaca ceritanya bersama-sama.

Pada zaman dahulu ada seorang pangeran yang bernama Serunting, beliau adalah putra dari raksasa yang bernama Putri Tenggang.

Cerita Rakyat Si Pahit Lidah Lengkap Dengan Gambar

Serunting menikah dengan seorang gadis desa yang merupakan kakak dari Aria Tebing.

Karena sudah menikah, kakak Aria Tebing pindah rumah di desa sebelah ikut dengan suaminya. Sebelum menikah dengan serunting, mereka tinggal di sebuah gubuk kecil, kini hanya Aria Tebing saja yang masih tinggal di rumah gubuk itu.

Meskipun mereka hanya tinggal di rumah gubuk kecil, tapi mereka mempunyai kebun yang cukup luas. Kebun tersebut dibagi menjadi dua, dan dibatasi dengan sebatang pohon besar.

Kebun bagian sebelah kiri milik Aria Tebing, dan sebelah kanan milik Kakaknya. Dalam kehidupan sehari-hari Aria Tebing hanya berkebun.

Pada suatu hari, hujan turun sangat lebat selama satu hari penuh dan membasahi semua kebun mereka. Keesokan harinya Aria Tebing pergi berkebun seperti biasanya, saat sedang berkebun aria tebing melihat ada jamur emas dan jamur biasa menempel di batang pohon pembatas kebun mereka.

Jamur emas menempel di batang pohon bagian kiri yang merupakan milik Aria Tebing dan jamur biasa menempel di batang pohon bagian kanan milik kakaknya.

Aria Tebing mengambil jamur emas tersebut untuk dikumpulkan, keesokan harinya, ternyata jamur emas itu tumbuh lagi dan Aria Tebing mengambilnya lagi. Selama berhari-hari jamur emas itu terus tumbuh dan semakin banyak.

Lalu Aria Tebing menjual jamur emas itu, sehingga ia bisa membangun rumahnya menjadi lebih besar.

Cerita Rakyat Si Pahit Lidah Lengkap Dengan Gambar

Pada suatu hari, Serunting berkunjung ke rumah adiknya dan melihat sekitaran kebun milik istrinya. Di sana ia mengintai adik iparnya si Aria Tebing yang sedang memetik jamur emas di batang pohon pembatas kebun.

Muncullah niat jahat si serunting, yang menuduh Aria Tebing telah memindahkan posisi batang pohon pembatas kebun tersebut dengan maksud ia bisa menguasai batang pohon yang tumbuh jamur emas itu.

Akan tetapi Aria Tebing menolaknya dan mengatakan yang sesungguhnya, bahwa ia tidak pernah memindahkan posisi batang pohon pembatas tersebut karena besar.

Serunting malah semakin kesal dan menjadi-jadi sehingga ia mengajak berkelahi Aria Tebing.

Mereka pun membuat perjanjian sebelum berkelahi, mereka akan berkelahi dalam waktu satu minggu ke depan, dan yang kalah harus dibunuh dan yang menang berhak memiliki jamur emas tersebut.

Selama berhari-hari Aria Tebing selalu memikirkan cara agar bisa mengalahkan serunting yang terkenal sangat sakti. Akhirnya ia memutuskan untuk menemui kakaknya secara diam-diam untuk menanyakan kelemahan Serunting.

Awalnya kakaknya Aria Tebing tidak ingin memberitahukannya, tapi Aria Tebing berjanji tidak akan membunuh serunting jika dia berhasil mengalahkannya.

Kakaknya Aria Tebing pun akhirnya memberi tahu kelemahan Serunting yang terletak pada sebuah rumput ilalang yang selalu bergoyang meski tidak tertiup angin.

Cerita Rakyat Si Pahit Lidah Lengkap Dengan Gambar

Tiba saat perkelahian dimulai, dalam pertandingan itu Aria Tebing memang selalu terpojok oleh serunting. Saat akan dikalahkan oleh serunting, akhirnya Aria Tebing menemukan rumput ilalang yang bergoyang itu dan langsung menombaknya. Seketika Serunting pun langsung tumbang dan Aria Tebing berhasil memenangkan perkelahian itu.

Akan tetapi Aria Tebing telah berjanji tidak akan membunuh kakak iparnya itu dan membiarkan serunting pergi.

Serunting yang merasa malu karena dikalahkan oleh adik iparnya, pergi ke tengah hutan untuk merenungkan diri. Saat sedang merenung di atas batu besar, tiba-tiba datang seorang kakek tua sang hyang mahameru dan berkata, wahai anak muda, jika kau ingin memiliki kesaktian para dewa kau harus bertapa di bawah rumpun bambu sampai seluruh tubuhmu tertutupi oleh rumpun bambu tersebut.

Serunting pun langsung bergegas bertapa sesuai dengan apa yang telah sang hyang mahameru sampaikan.

Cerita Rakyat Si Pahit Lidah Lengkap Dengan Gambar

Setelah beberapa tahun kemudian, tubuh serunting sudah tertutup oleh rumpun bambu dan datanglah sang hyang mahameru lalu memberikan kesaktian para dewa.

Serunting bertanya, kesaktian apa yang aku dapatkan?

Kau bisa mengutuk siapa saja dengan ucapanmu, kata sang hyang mahameru.

Saat perjalanan pulang, serunting melihat sawah yang banyak padinya, ia pun mencoba kesaktiannya dengan mengatakan "hai hamparan padi berubahlah menjadi emas" dengan seketika padi itu berubah menjadi emas.

Akan tetapi ia tidak mengambil emas itu dan melanjutkan perjalanan pulangnya. Ia melintasi sungai, ia melihat sungai yang kering dan berkata "hai sungai yang mengering, berubahlah menjadi sungai yang mengalir air jernih" dan sungguh ajaib, sungai itu berubah jadi sungai yang mengalir air yang sangat jernih.

Cerita Rakyat Si Pahit Lidah Lengkap Dengan Gambar

Karena kesaktiannya itulah serunting dijuluki sebagai Si Pahit Lidah. Selama perjalanan pulang, serunting selalu menolong orang kesusahan.

Ternyata setelah bertapa beberapa tahun tersebut merubah sifat serunting yang tadinya tamak kini menjadi seseorang yang baik hati.

Sesampainya di kampung halaman, ia pun langsung menemui Aria Tebing dan meminta maaf kepadanya.

Itulah akhir dari cerita rakyat si pahit lidah. Dari kisah ini kita dapat mengambil pelajaran bahwa kita sebagai manusia tidak boleh punya keinginan menguasai hak orang lain.

Terus kunjungi situs ceritabergambar.com agar kalian bisa lebih tahu cerita rakyat beserta asalnya, dan situs ini juga akan terus di update setiap harinya untuk menghibur sekaligus menambah wawasan kalian.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel